PANGKALPINANG — Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), menerima kunjungan pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Kepulauan Babel, di ruang Data Center (Dacen), Kantor Diskominfo Babel, Selasa (26/5/2026).
Kedatangan rombongan yang dipimpin Ketua PWI Babel, Mohammad Fathurrakhman (Boy) itu, diterima langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskominfo (Kadiskkminfo) Babel, Eko Sentosa, yang mewakili Gubernur Hidayat Arsani.
Dalam pertemuan itu, Eko Sentosa mengatakan pemerintah daerah membutuhkan media massa sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi publik kepada masyarakat, dan menegaskan komitmen Gubernur Hidayat terhadap keterbukaan informasi.
Namun, menurut dia, kemitraan tersebut tetap harus menghormati independensi pers. “Media memiliki fungsi kontrol sosial dan independensi yang harus dijaga. Sinergi yang dibangun pemerintah bukan untuk mengintervensi kerja jurnalistik, melainkan memperkuat komunikasi dan keterbukaan informasi publik,” kata Eko.
Eko juga menegaskan, pemerintah daerah sangat terbuka dalam membangun kolaborasi dengan insan pers, terutama dalam penyebarluasan informasi pembangunan dan pelayanan publik.
Sementara itu, Ketua PWI Babel Mohammad Fathurrakhman mengatakan, organisasi yang dipimpinnya mendukung penyampaian informasi publik yang akurat, berimbang dan sesuai kaidah jurnalistik.
Menurut Boy, hubungan antara pemerintah dan pers harus ditempatkan dalam koridor profesional dengan tetap menjaga independensi masing-masing pihak.
“Pers tetap harus menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional. Di sisi lain, pemerintah juga membutuhkan media untuk memastikan informasi publik tersampaikan secara benar kepada masyarakat,” ujar Boy.
Saat ini, kata Boy menerangkan, PWI Babel berfokus pada peningkatan kompetensi dan literasi wartawan di Negeri Serumpun Sebalai.
Beberapa program yang dijalankan PWI Babel, lanjut Boy, yakni pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW), pelatihan jurnalistik dan penguatan pemahaman etik profesi, di tengah perubahan lanskap media digital.
“Perkembangan teknologi dan arus informasi digital menuntut wartawan terus meningkatkan kompetensi. Karena itu PWI Babel mendorong pelaksanaan UKW dan berbagai pelatihan agar kualitas jurnalistik tetap terjaga,” tukasnya.
Turut hadir mendampingi Plt Kadiskominfo Babel dalam kesempatan itu, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Ahmad Sirajudin, beserta sejumlah staf.
Dari jajaran Pengurus PWI Babel, tampak hadir Sekretaris Fakhruddin Halim, Wakil Bendahara 2 Wiwi Andriani, serta Ketua SIWO PWI Babel Nastazia Elvitasari.


