PANGKALPINANG – Perkembangan teknologi informasi yang melesat bagai pedang bermata dua, membawa kemudahan sekaligus ancaman nyata berupa hoaks, misinformasi, hingga disinformasi.
Di tengah gempuran arus digital tersebut, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terbukti mampu beradaptasi dengan baik. Hal ini ditandai dengan capaian Indeks Masyarakat Digital Babel yang sukses bertengger di peringkat kedua se-Indonesia di bawah kepemimpinan Gubernur Hidayat Arsani. Prestasi membanggakan itu menjadi fondasi utama bagi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Babel untuk merumuskan tagline "Bangka Belitung Cakap Digital".
Komitmen tersebut dikupas tuntas dalam Podcast Ruang Berdaya yang menghadirkan Plt. Kepala Dinas Kominfo Babel, Budi Utama, beserta Tokoh Masyarakat, Ahmadi Sofyan (Atok Kulop), di Taman Tins Green Garden Forester PT Timah, Pangkalpinang, Kamis (26/3/2026).
Menyikapi tantangan digitalisasi ke depan, Diskominfo telah menyiapkan pemetaan strategis dari hulu ke hilir. Mulai tahun 2026 hingga 2027, target edukasi digital akan difokuskan secara masif kepada generasi muda yang tergabung dalam berbagai komunitas.
Secara infrastruktur, Diskominfo juga tengah menargetkan pengentasan area blank spot dengan memasang hotspot di berbagai desa wisata, bekerja sama dengan Kominfo Kabupaten/Kota serta penyedia jaringan.
Guna mendukung ekosistem yang aman dan informatif, Diskominfo mengoptimalkan tiga bidang utamanya. Pertama, Bidang Informasi Komunikasi Publik (IKP) yang bertugas memproduksi konten edukasi visual maupun jurnalistik, termasuk mengelola Majalah Rakyat Serumpun Sebalai (Maras) yang mewadahi tulisan masyarakat untuk dilombakan di tingkat nasional. Tim ini juga menjadi garda terdepan dalam menganalisa dan mematahkan isu liar di media sosial. Kedua, Bidang E-Government dan Statistik yang mengawasi infrastruktur jaringan. Serta Ketiga adalah Bidang Persandian dan Keamanan, yang berfokus dalam menangkal peretasan (hacker) dan malware demi menjaga keamanan data pemerintah maupun masyarakat.
Lebih jauh, Diskominfo Babel kini mendobrak citra layanan pemerintahan yang kaku menjadi lebih proaktif. Mulai tahun depan, akan diluncurkan layanan Mobil Kominfo yang siap "jemput bola" di lokasi-lokasi publik, seperti alun-alun.
Masyarakat dapat menikmati berbagai layanan gratis, mulai dari pembersihan virus di laptop, fasilitasi hosting, hingga bantuan pembuatan website. Selain urusan teknologi, Diskominfo juga menjaga akar budaya lokal melalui program "Kamis Berbahasa" sebagai upaya pelestarian kosakata bahasa Bangka yang mulai luntur.
Sebagai penutup, Plt Kadis Kominfo Babel, Budi Utama, memberikan pernyataan tegas yang merangkum seluruh visi pelayanan pemerintah provinsi ke depan.
Budi menegaskan bahwa Diskominfo berkomitmen penuh untuk melayani masyarakat secara utuh dan menyeluruh sesuai dengan arahan Gubernur Hidayat Arsani, mengingat sosok gubernur yang transparan, terbuka, dan sangat aktif di media sosial dalam mengawal jalannya pemerintahan.
"Oleh karena itu, masyarakat jangan sungkan-sungkan datang ke kami. Kalau teman-teman milenial dan komunitas ingin berlatih membuat konten, membuat website, atau belajar cakap digital, kita ada timnya dan siap memfasilitasi secara gratis. Artinya, pemerintah sudah kembali pada hakikatnya: tugas kita adalah melayani, bukan dilayani. Ayo bersinergi bersama, kami siap membantu masyarakat Bangka Belitung," pungkas Budi.
Perubahan paradigma pelayanan ini mendapat apresiasi dari Tokoh Masyarakat, Ahmadi Sofyan atau yang akrab disapa Atok Kulop. Menurutnya, pemerintah telah memanfaatkan kecanggihan informasi dengan sangat baik untuk menyampaikan program dan keberhasilan kepada masyarakat.
Ia juga menyoroti gaya kepemimpinan Gubernur Hidayat Arsani yang berani "turun gelanggang" bersinggungan langsung dengan warga, diselingi humor yang humanis. Atok Kulop mencontohkan aksi teladan Gubernur yang pada hari kedua Lebaran justru memilih nampel (bahasa Bangka untuk kegiatan bersilaturahmi) dengan mendatangi kediaman Forkopimda, sebuah bentuk komunikasi yang sangat merakyat.
Di sisi lain, Atok Kulop memberikan pesan menohok terkait perilaku warganet. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak kehilangan sentuhan dunia nyata di tengah asyiknya berselancar di media sosial.
"Jangan bermedia sosial ketika mental belum siap memilah mana yang bisa dipercaya. Kerusakan sosial kita saat ini sering terjadi karena pemahamannya cuma semeter, tapi komentarnya 100 meter. Orang gambar cacing, dia merasa pahamnya seperti naga. Komentarilah sesuatu ketika benar-benar paham dan utuh, dan manfaatkan Diskominfo untuk mengecek kebenaran informasi yang simpang siur," tegas Atok Kulop.





