Berita

Belasan Jurnalis & Humas Pemda Diajak Tinjau Restorasi Mangrove YKAN di Kota Kapur

BANGKA – Belasan jurnalis bersama Humas Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) provinsi hingga kabupaten/kota di Pulau Bangka, diajak meninjau langsung proyek restorasi mangrove yang dikelola oleh Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) di Kota Kapur.

Kegiatan lapangan yang di koordinir langsung Tim YKAN Babel itu, digelar untuk mengenalkan secara mendalam upaya pemulihan ekosistem pesisir serta dampak positifnya terhadap perlindungan wilayah pantai dan keberlanjutan ekonomi masyarakat lokal.

Selama peninjauan pada Kamis (5/11/2026) tersebut, para peserta berkesempatan melihat langsung kawasan mangrove yang direstorasi, area pembibitan mangrove, tempat pemberdayaan pembesaran dan penggebukan ketam mangrove.

Didampingi Tim Restorasi Mangrove Kota Kapur, Kepala Desa (Kades) Kota Kapur, warga komunitas pengelolaan konservasi mangrove Kota Kapur, para Jurnalis dan Tim Publikasi Diskominfo Provinsi, Kabupaten/Kota di Pulau Bangka, juga diajak menikmati santap siang dengan menu utama Ketam Mangrove yang merupakan hasil dari pembudidayaan yang dilakukan komunitas konservasi mangrove Kota Kapur.

Niki, Koordinator Restorasi Mangrove YKAN Kota Kapur mengatakan, melalui peninjauan langsung ini, para jurnalis dan insan humas pemerintah diharapkan dapat menyebarluaskan informasi secara tepat dan masif mengenai pentingnya menjaga lingkungan, termasuk ekosistem pesisir Bangka Belitung.

Sinergi bersama media dan humas pemerintah ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pemahaman publik serta mendorong keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga kelestarian kawasan mangrove secara berkelanjutan.

Saat ini, disebutkan Niki, terdapat kurang lebih 700 hektar mengrov yang direstorasi oleh YKAN di Desa Kota Kapur.

Sekilas Niki menceritakan upaya dirinya bersama Tim YKAN bagaimana mengajak masyarakat di Desa Kota Kapur agar bersedia menjaga lingkungan dari kerusakan.

Bahkan dihadapan para Jurnalis dan Humas Pemerintah Daerah, Niki tak malu mengungkapkan cara dirinya mengajak masyarakat dari satu pintu ke pintu lainnya.

Seiring berjalannya waktu, selain mengajak masyarakat mau menjaga kelestarian lingkungan dengan melakukan konservasi mangrove, YKAN juga menginisiasi budidaya pembesaran dan penggemukan ketam di kawasan restorasi mangrove Desa Kota Kapur, yang hasilnya bisa dijual.

Abdul Rois, Warga Desa Kota Kapur dalam kesempatan itu membeberkan, sejumlah warga di Desa Kota Kapur tegas menolak aktivitas pertambangan timah di Kawasan mangrove ini.

“Warga Kota Kapur menolak tambang timah. Kami masyarakat ingin menjaga keasrian dan kelangsungan hidup hutan serta satwa yang ade didalamnya untuk anak-anak cucu kami ke depan,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Edi Candra, Kades Kota Kapur. Bahwa dirinya tegas menolak aktivitas tambang timah di Kawasan Pesisir Kota Kapur ini. apalagi sekitar 224 hektar Kawasan mangrove di sini sudah di SK-kan oleh kementerian terkait, sehingga bisa dimanfaatkan oleh komunitas warga salah satunya untuk budidaya kepiting.

“Salah satu support dari sisi ekonomi untuk warga di Desa Kota Kapur Adalah adanya pemberdayaan pembesaran dan penggemukan kepiting di Kawasan mangrove ini,” ungkapnya.

Sumber: 
Diskominfo Babel
Penulis: 
Ahmad/Sentosa
Fotografer: 
Sentosa
Editor: 
Ahmad